Naoshima, Pulau Artsy Yang Hampir Menjadi ‘Ghost Town’ | CoolJapan


Clozetters, apakah kamu tertarikdengan seni, khususnya seni kontemporer? Jika ya, kamu harus memasukkan PulauNaoshima ke dalam travel bucket list-mu. Pasalnya, pulau yang satu inimerupakan rumah dari museum, karya arsitektur, hingga karya seni kontemporer kelasdunia. Pulau ini juga disebut-sebut sebagai surganya para pekerja kreatif.Menarik sekali, ya?

 

Pulau Naoshima terletak cukupdekat dengan Pulau Honshu, pulau terbesar di Jepang. Hanya sekitar 20 menit berkendaradengan kapal feri, kamu bisa meninggalkan hirukpikuk perkotaan. Suasana tenang, pemandangan khas laut yang indah, hingga bangunanyang artistik menghiasi pulau kecil ini. Pantai berpasir dan cuaca yang cerahjuga turut menjadi daya tarik, membuat pulau ini menjadi tempat yang idealuntuk liburan singkat.




Sebelum menjadi pusat seni kontemporer, Naoshima merupakan pulau kecil tempat perusahaan Mitsubishi mengolah logam. Populasi pulau ini terus menurun dan banyak penduduknya yang berpindah ke kota besar. Ketika hampir menjadi ‘Ghost Town’ atau kota tak berpenghuni, sebuah proyek besar menyelamatkan Naoshima. Tahun 1985, perusahaan edukasi Benesse memutuskan untuk menjadikan Naoshima sebuah ‘art island’ dan menggandeng arsitek ternama Tadao Ando. Kolaborasi keduanya melahirkan proyek ambisius berupa Benesse House, museum seni modern sekaligus resort, Chichu Art Museum, yang menghadirkan karya Claude Monet dan James Turrell, serta Lee Ufan Museum, memamerkan karya seniman kontemporer Lee Ufan.



Bagi kamu yang tertarik berwisata seni di Naoshima, kamu bisa menyewa sepeda elektrik untuk berkeliling. Tak hanya museum dan instalasi seni, kamu juga bisa menemukan kafe unik, mengunjungi toko buku, hingga berendam di I♥YU, bathhouse bergaya quirky yang didesain oleh Shinro Ohtake. 

Bagaimana, Clozetters? Sudah terbayang keseruannya, bukan? Yuk, mulai menabung dari sekarang untuk mengunjungi pulau indah yang satu ini!

READ MORE ON THIS TOPIC