Acne Problem Gone. Find Out More! | CoolJapan


Jerawat menjadi salah satu permasalahan kulit yang kerap dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Hampir empat tahun belakangan, saya berjuang melawan masalah jerawat yang pada awalnya timbul akibat tidak cocok terhadap suatu rangkaian skincare. Sejak saat itu, kulit saya rasanya lebih rentan mengalami masalah jerawat. Mulai dari jenis pustule, papule, hingga nodule.

Setelah melakukan konsultasi ke beberapa Dokter spesialis kulit dan kelamin (SPKK), ternyata kulit saya memiliki jenis kulit sensitized skin. Bagi Clozetters yang belum tahu apa itu Sensitized skin. Berbeda dengan kulit sensitif, sensitized skin adalah kondisi di mana kulit mengalami peningkatan sensitivitas yang disebabkan oleh faktor gaya hidup. Seperti makanan yang dikonsumsi, penggunaan produk skincare yang tidak cocok, hingga over eksfoliasi. Kondisi sensitized skin lah yang selama ini membuat kulit saya cenderung terlihat kusam, rentan berjerawat hingga iritasi. 

Tak berlama-lama, saya pun langsung mencari tahu cara untuk menangani jenis kulit sensitized skin. Menurut dokter, sensitized skin dapat diatasi dengan menghilangkan pemicunya terlebih dahulu. Mulai dari cara membatasi eksfoliasi, menggunakan produk yang lembut di kulit, mengurangi penggunaan produk dengan kandungan alkohol, hingga mengkonsumsi makanan sehat. Yap, gabungan dari keempat cara itulah yang berhasil membuat wajah saya membaik dari jerawat-jerawat itu. So, mari kita mulai membahas satu persatu produk skincare yang berhasil menyembuhkan jerawat berdasarkan pengalaman pribadi saya


First Cleanser: Bioderma Sensibio H2O Micellar Water





"Emang pakai facial wash aja nggak cukup untuk membersihkan wajah?” awalnya saya pun bertanya-tanya mengenai pentingnya melakukan double cleansing. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology tahun 2012. Disebutkan bahwa double cleansing akan membantu pemilik kulit acne prone untuk menghilangkan bakteri sehingga mencegah kulit mengalami breakout. 

Setelah mencoba berbagai micellar water dari macam-macam brand ternama. Pilihan saya pun jatuh pada Bioderma Sensibio H2O. Micellar water pertama di dunia ini mampu membersihkan makeup hingga 99%, memiliki pH 5,5 yang sama dengan kulit dan telah memenuhi persyaratan keamanan dermatologi. Sehingga efektif dalam membersihkan wajah dan aman digunakan untuk semua skin type, bahkan sensitif sekalipun. Saya menggunakan produk ini sebagai first cleanser dengan cara mengaplikasikannya pada seluruh wajah menggunakan kapas. Setiap pagi hari maupun setelah beraktivitas seharian.  



Facial Wash: Simple Refreshing Facial Gel Wash 





Pencarian saya terhadap sabun wajah yang cocok dengan kulit nyatanya tidak semudah itu. Beberapa kali saya harus mengalami breakout, karena tidak cocok dengan facial wash yang saya gunakan. Hingga akhirnya saya menemukan fakta bahwa pemilik kulit acne prone dan sensitized skin sebaiknya memilih facial wash dengan tekstur gel dan tidak mengandung alkohol. Kini, saya memilih Simple Refreshing Facial Gel Wash sebagai facial wash favorit saya.

Dikenal sebagai label skincare yang mengusung konsep Clean & Kind Beauty, menjadikan seluruh produk Simple dipastikan aman khususnya untuk kulit sensitif. Mengandung bahan-bahan yang ramah dan lembut di kulit, seperti Triple Purified Water, Pro-Vitamin B dan vitamin E, facial wash dari Simple ini efektif untuk membantu membersihkan dan menutrisi kulit saya tanpa risiko iritasi. Hal lain yang saya sukai dari facial wash ini adalah tidak meninggalkan rasa “kesat” pada wajah seperti sabun wajah untuk kulit berminyak pada umumnya. 


Toner: Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion 





Dalam memilih toner, dapat dikatakan saya cukup picky untuk menentukan produk yang benar-benar cocok di kulit. Pasalnya, toner yang tepat dapat menjadi rahasia kulit sehat bagi pemilik kulit berminyak. Setelah cukup lama melihat review para skincare enthusiast dalam menemukan toner yang tepat untuk jenis kulit oily skin dan sensitized skin. Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion menjadi pilihan saya. Kalau boleh jujur, awalnya saya tergiur dengan klaim produk ini yaitu “Sold 1 every 2 second in Japan”. 

Dan benar saja, sejak pemakaian pertama saya pun langsung jatuh hati dengan toner dari brand Jepang yang satu ini. Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion dilengkapi tiga jenis Hyaluronic acid, kandungan ini konon bagus untuk menghidrasi kulit. Toner ini juga memiliki tekstur yang cair persis seperti air sehingga terasa ringan, tidak lengket dan mudah menyerap, which is good untuk kulit saya yang cenderung mudah berminyak ini. Efek yang saya rasakan setelah menghabiskan tiga botol toner Hada Labo adalah kulit terasa lebih plump, serta produksi minyak di wajah terasa jauh berkurang. Wow!


Moisturizer: Clinique Dramatically Different Moisturizing Gel 





Siapa bilang kulit berminyak tidak butuh moisturizer? Faktanya, jenis kulit oily justru sangat membutuhkan pelembap karena kulit cenderung mengeluarkan minyak berlebih sehingga lapisan kulit mudah mengalami dehidrasi. Dalam memilih moisturizer yang cocok untuk kulit oily dan sensitized, saya sengaja mencari produk yang memiliki formula oil-free dan non-comedogenic agar tetap menjaga hidrasi kulit tanpa menambahkan kadar minyak di permukaan kulit. Pilihan saya pun jatuh pada Clinique Dramatically Different Moisturizing Gel. Berdasarkan klaimnya, produk yang dikembangkan oleh dermatologist ini memiliki formula yang menggabungkan oil-free hydration dengan skin-strengthening ingredients yang mampu menjaga kadar minyak kulit sepanjang hari. 

Hal yang saya sukai dari moisturizer ini adalah tekstur gel-nya yang sangat ringan. Ketika diaplikasikan ke kulit, teksturnya langsung nge-blend dengan sempurna. Meskipun 100% fragrance free, pelembap ini tetap memiliki aroma khas produk yang ringan dan segar. Setelah menggunakan produk ini selama dua bulan, bisa dipastikan saya sangat puas dengan performa yang ditawarkannya. Jika biasanya wajah cukup berminyak di pagi hari, saya tidak merasakan adanya minyak berlebih setelah rutin memakai pelembap ini. Saya juga merasakan adanya perubahan pada tekstur kulit wajah yang berubah menjadi lebih halus dan kenyal pada pagi hari setelah memakai produk ini secara konsisten.

Acne Treatment: Skingame Acne Warrior





Meski kini kondisi kulit saya jauh lebih membaik daripada sebelumnya, namun bukan artinya saya bebas dari jerawat baru yang kerap bermunculan. Terutama jerawat hormonal saat sedang PMS. Untuk mengatasi jerawat tersebut, kini saya mengandalkan acne treatment dari salah satu brand lokal yang tengah viral, yakni Skingame. Awalnya, saya tahu produk ini dari salah satu beauty vlogger, @gelangelicca yang memberikan honest review untuk Skingame Acne Warrior. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung mencobanya and I’m in love with these products! 

Review saya setelah menggunakan produk ini selama empat bulan adalah untuk jerawat jenis pustule, papule, hingga nodule, saya hanya butuh waktu sekitar 3-4 hari untuk mengeringkan jerawat. Sementara untuk calon jerawat yang baru akan muncul, dalam semalam saja, pagi hari jerawat sudah gone! Dan menariknya lagi, berbeda dengan acne treatment lainnya, Skingame Acne Warrior juga tidak meninggalkan rasa “kering” pada kulit. Pokoknya saya nobatkan produk ini sebagai penyelawat jerawat saya. 


Clay Mask





Dari seluruh skincare routine yang saya gunakan, hal yang paling memberikan perubahan signifikan pada perjalanan jerawat saya adalah menggunakan clay mask setiap malam. Ya, untuk kulit oily dan berjerawat seperti saya memang direkomendasikan untuk menggunakan clay mask karena terbuat dari bahan alami dan mampu mendetoksifikasi kulit tanpa menimbulkan iritasi. Dari beberapa clay mask yang yang pernah saya coba. Sejauh ini favorit saya tetap Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask dari The Body Shop (TBS). Disebut-sebut sebagai dupe dari Glam Glow Supermud Mask, sejujurnya saya sangat suka dengan perfoma clay mask dari TBS ini karena mampu mengurangi minyak berlebih, mendetoks wajah dari sisa kotoran dan yang terpenting adalah ampuh untuk mengeringkan jerawat yang meradang. Produk ini juga memiliki tekstur padat dan thick, dengan dedaunan green tea yang masih terlihat jelas. Wanginya pun sangat khas yakni seperti aroma tumbuh-tumbuhan yang berpadu dengan mint menyegarkan.

Selain Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask dari TBS. Saya juga tengah menyukai Mugwort Pore Clarifying Mask dari Whitelab. Merupakan masker dengan kandungan mugwort pertama di Indonesia, saya sangat penasaran dengan produk ini bahkan sebelum resmi diluncurkan. Sesuai klaimnya, produk ini ampuh untuk menenangkan kulit dan meminimalisir pori-pori pada wajah saya berkat hero ingredients di dalamnya, yaitu mugwort, niacinamide, green tea leaf, dan centella asiatica. Berbeda dengan clay mask TBS yang cenderung menimbulkan rasa cekit-cekit pada wajah. Mugwort Pore Clarifying Mask dari Whitelab justru sangat menenangkan kulit saya, terutama jika sedang kemerahan akibat mencoba produk skincare baru.



foto before (left) & after (right)


Well, itu dia beberapa produk skincare yang “works” untuk membantu menyembuhkan jerawat saya. Dapat dilihat dari foto di atas, kondisi wajah saya sebelumnya dipenuhi jerawat dan kemerahan. Meski saat ini belum sepenuhnya sembuh, namun saya merasakan progress yang cukup signifikan terutama di bagian tekstur kulit yang kini jauh lebih halus. Dan jerawat yang hanya muncul satu atau dua saat menjelang PMS atau jika saya tidak membersihkan wajah dengan tepat. 

Perlu diingat juga bahwa penggunaan rangkaian skin routines yang telah dibahas sebelumnya, tidak akan bekerja jika pola hidup kita masih berantakan. Karena beberapa akar masalah jerawat tidak hanya di wajah, tetapi dari kebiasaan, serta dalam tubuh dan pikiran. Bagi Clozetters yang kini sedang berjuang dengan acne, tetap semangat dan harus optimis bahwa masalah jerawatmu akan segera terlewati. This too shall pass!

READ MORE ON THIS TOPIC